Minggu, 13 November 2011

BAB 4 dan BAB 5


BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1       Deskripsi Obyek Penelitian
Penelitian ini akan membahas secara ringkas tentang gambaran umum perusahaan dan gambaran umum responden.
4.1.1    Gambaran Umum Perusahaan
4.1.1.1 Sejarah Singkat PT.Research In Motion Ltd.
Berawal dari perusahaan kecil dengan modal hasil pinjaman, RIM berkembang menjadi perusahaan yang paling di kagumi dan di hormati dai Kanada. Apakah Rahasianya? Apalagi kalau bukan keuletan dan keinginan unruk terus berkembang. Kisah sukses perusahaan dengan nama lengkap Research In Motion Ltd, berawal dari keinginan seorang pemuda yang di drop out dari kampusnya untuk membuktikan diri. Adalah seorang yunani bernama Mike Lazardis yang berimigrasi dari Turki ke Kanada pada th 1967. Usianya yang ke 23 Lazardis mendapat kenyataan pahit karena di keluarkan dari Universitas Waterloo, dimana dia mendalami teknik elektro. Lazardis mendapat pinjaman modal usaha dari teman dan keluarganya. Dengan modal tersebut, Lazarsis dan dua temannya mendirikan RIM di Waterloo,Ontario Kanada th 1984. Kontrak kerja pertama RIM datang dari General Motor Kanada untuk mengerjakan otomasi industri dan berahan dalam beberapa tahun pertama dengan berpindah dari kontrak ke kontrak. RIM berhasil mendapatkan pengahasilan $1 juta dan memiliki sekitar 12 orang karyawan. RIM mulai tertarik pada perangkat digital nirkabel ketika menerima kontrak dari Roger Cantel Mobile Comminications, operator pager dan telepon seluler th 1987. Dalam kontraknya, RIM bertugas mencari tahu potensi dari sistim jaringan digital nirkabel baru yang di kenalkan Ericsson. Selanjutnya berhasil membuat modem radio nirkabel berukuran mini. 1990, modem buatan ini banyak di pakai oleh perusahaan OEM untuk berbagai produk dari komputer sampai mesin penjual otomatis.
1991 RIM mengembangkan software untuk mendukung sistim e-mail nirkabel. Dalam mengembangkan ini, RIM bekerja sama dengan dua perusahaan besar seperti Ericsson, dan Anterior Technologi. Ericsson berhasil mengenalkan modem radio portabel th 1992, Anterior Technologi bertugas menyediakan gateway untuk sistim e-mail sementara RIM akan meyediakan aplikasi pemograman. Kerjasama tiga pihak ini berhasil menciptakan sistim e-mail nirkabel dengan konektivitas tak terputus. Karena dirinya sangat mahir mengurusi riset dan tehnologi dari pada keuangan, Lazardi mempekerjakan James Balsillie pada th 1992 untuk mengurus keuangan perusahaan dan pengembangan bisnis. Basile akhirnya menjadi salah satu direktur RIM, setara dengan Lazardis. Karena kemampuan dan kredibilitasnya, RIM di percaya untuk bekerja sama dengan banyak perusahaan besar seperti Micrsoft, IBM, Bell South Wirless Data dan banyak lagi.
Produk yang merupakan titik balik RIM
Produk yang merupakan titik balik RIM dalam mengembangkan bisnis perangkat e-mail nirkabel adalah pager yg di beri nama Inter@ctive pager. Produk ini dikenalkan 1996 diPCS tradshow.Saat diluncurkan kepublik th 1997, Inter@ctive pager yang dijualseharga $675 menjadi produk yang sangat di kenal dan di gemari. 1998 RIM mendapat banyak kontrak untuk membuat Inter@ctive pager untuk banyak prusahaan besar seperti IBM, Panasonic Corp, Mobile Integrated Technologies, dan Telxon Corp. Akhhir 1998 RIM mengenalkan versi upgrade dari Inter@ctive pager yang lebih hebat, kecil,murah dan punya daya tahan lebih lama. Setelah dua produk Inter@ctive pager sukses di pasaran, akhirnya RIM memutuskan untuk fokus di prangkat e-mail korporat dengan mengenalkan produk barunya, yaitu BlackBerry pada th 1999. Sejak saat itu BlackBerry terus berkembang baik dari sisi perangkatnya yang makin canggih, solusi layanan e-mail-nya, serta perusahaan hardware dan software yang mendukungnya. RIM jjuga menciptakan perangkat BlackBerry yang di serai fitur telephon baik lewat jaringan GSM maupun CDMA. Tahun 2004, RIM merayakan ulang tahunnya yang ke 20 serta pencapaian pengguana layanan BlackBerry yang menembus angka 1 juta di seluruh dunia. Saat ini, angka tersebut telah berkembang pesat karena karena BlackBerry telah mencapai masa jayanya dan di akui seluruh dunia.
Salah satu keunggulan fitur e-mail milik BlackBerry adalah BES. Adalah sebuah paket software penghubung yang merupakan bagian dari platform nirkabel BlackBerry. BES berupa sebuah software yang ditanamkan di hp dan server e-mail yang berfungsi melakukan sinkronisasi e-mail dan pim antara perangkat mobile dengan desktop. Penjelasan singkat cara kerja BES yaitu setiap pesan yang masuk ke dalam e-mail penggguna (account e-mail ini biasanya merupakan layanan e-mail terbatas milik prusahaan si pengguna yang membeli layanan BES) akan di copy ke server. Pesan yang masuk ke server kenudian di olah sesuai dengan perangkat BlackBerry yang kita miliki. Baru setelah itu di kirimkan ke hp kita. Pengirim e-mail masuk ke hp ini berjalan otomatis tanpa perlu kita yang melakukan koneksi, istilahnya push mail. Software ini sudah bekerja dengan banyak platform layanan e-mail dan terus di kembangkan ole pihak RIM.
BIS(BlackBerry Internet Servis)
Pihak RIM juga mengeluarkan layanan e-mail bagi pelanggan BlackBerry perorangan bernam BIS. Sistim ini tidak menggunakan server pribadi seperti di BES , melainkan menggunakan server dari penyedia layanan e-mail umum milik penggun. Oleh sebab itu untuk mempercepat akses transfer e-mail, BIS menggunakan basis e-mail POP 3 dan IMAP. E-mail jenis ini juga berlaku bagi account e-mail BlackBerry pengguna. BIS mampu melayani 10 account dalam satu perangkat.
BlackBerry Connect
Seperti yang sudah di sebutkan BlackBerry bukan hanya berupa perangkat smartphone, dalam perkembangannya RIM juga mengeluarkan software bernama BlackBerry Connect yang dapat menghadirkan layanan BlackBerry ke dalam perangkat smartphne yang lain. Dengan perangkat yang mendukung, kita dapat menikamti akses layanan seperti di hp BlackBerry, hanya saja di batasi untuk fitur e-mail saja.
Dalam perkembangannya tercatat ada lima kali evolusi yang terjadi di perangkat BlackBerry. Semua itu di lakukan untuk mengikuti teknologi dan tren pasar yang terus berkembang. Seiring perkembangan teknologi di perangkat BlackBerry, ketrnarannya juga semakin melambung tinggi.
1997-2001
Ini adalah periode awal kemunculan perangkat BlackBerry yang masih berupa pager dua arah (two way pager). Meski berbentuk pager, perangkat BlackBerry ini dudah tampil beda dengan pager kebanyakan. Selain firyrnya,kehadiran keyboard QWERTYnya jaddi ciri khas dp psar saat itu. Layanan yang di sediakan bagi pelanggan hanya dua,yaitu e-mail dan WAP. Untuk menyediakan layanan itu RIM menggandeng dua penyedia layanan internet nirkabel, mereka adalah Data TAC dan Mobitex. Dua produk menggunakan layanan Data TAC dan tiga produk menggunakan akses Mobitex.

2001-2003
Di periode ini perangkat BlackBerry mulai diberi fasilitas telepon seluler menggunakan teknologi GSM(2G), begitu juga dengan akses datanya . Selain teknologi, desain BlackBerrypun telah terwujud layaknya hp pintar, lengkap dengan keyboard QWERTY. Makanya RIM mulai mengenalkan BlackBerrysebagai perangkat hp pintar bukan lagi pager dau arah. Sejarah lain yang tercipta di tahun ini adalah mulai di tanamkannya BlackBerry OS. Memiliki user interface dengan susunan menu khas BlackBerry yang sampai sekarang masih jadi patokan. Seri “Quark”merupakan jajaran hp BlackBerry yang sangat populer pada masa it. Produk dalam seri “Quark” seperti 6230 telah dilengkapi dengan tenologi java sebagai pendukung platform web browsernya.Selain itu di periode ini pula RIM mengeluarkan untuk pertama kalinya hp BlackBerry berteknologi CDMA(6750) dengan menggandeng Verizon sebagai operatornya. Namun layarnya masih berteknologi monochrome.
2003-2004
Salah satu produk yang legendaris dari periode ini adalah 7270. Di lengkapi dengan teknologi WiFi dan menawarkan akses data melalui jaringan WLAN terbatas yang bisa di gunakanuntuk menjalankan fitur VoIP. RIM mencoba menawarkan pilihan kepada konsumen dengan menggandeng penyedia layanan seluler. Di Amerika, mereka menggandeng iDen untuk menghadirkan fasilitas sensasional di hp BlackBerry yaitu 7510 dan 7520 seperti GPS, komunikasi dua rah (walki talki) dan Bluetooth.
2004-2006
Dan yang terbaru lagi adalah SureType yang mereka kenalkan ke pasar. Adalah dengan konsep satu tombol memuat dua huruf dan di dukung dengan fitur textpredictive input seperti teknologi T9 yang sekarang kita kenal. Alasan penerapan SureType ini adalah memberikan kemudahan bagi pengguna yang kurang suka dengan keyboard QWERTY konvensional. Karena penerapan keyboard ini pula hp-hp BlackBerry seperti 7100v dan 7130e,memiliki desain yang ramping.
2006 sampai sekarang
Fitur- fitur baru terus di tanamkan pada perangkat BlackBerry, seperti layar warna yang lebih baik, kamera, slot kartu memori dan aplikasi chating. Dan juga mengenalkan TrackBall sebagai pengganti TrackWheel . Dan ini merupakan perangkat pengakses menu di hp blackBerry. Bedanya, TrackWheek mengguakan konsep yang sama dengan TrackWhel di mouse komputer,TrackBall berbentuk bola yang di letakan di bawah layar. Konsep TrackBall di puji banyak kalangan karena aksesnya yang lebih nyaman dan cepat. Seri 8100merupakan produk pertama yang menerapkan tombol navigassi TrackBall. RIM mengklasifikasikan produknya ke dalam seri tertentu untuk memudahkan pengguna membedakan ke unggulan masing – masing. Nama seri yang di gunakan cukup menarik seperti Electron(8700), pearl(8120), GammaRay(8820), Curve(8310) dan yang terakhir baru muncul adalah Bold(9000). Sampai sekarang pengguna BlackBerry telah mencapai 14 juta di seluruh dunia.
4.2.      DESKRIPSI HASIL PENELITIAN
4.2.1.   Deskripsi Profil Responden
            Berikut ini akan digambarkan propfil responden yang menjadi responden dalam penelitian sejumlah 20 orang mahasiswa Universitas Gunadarma  Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen 3EA :
4.2.1.1.Jenis Kelamin
Tabel 4.1
Jenis Kelamin
Jenis Kelamin
Jumlah
Prosentase
Laki-laki
8
40.0
Perempuan
12
60.0
Total
20
100.0
                Sumber: Lampiran
Berdasarkan tabel diketahui untuk jenis kelamin mahasiswa Universitas Gunadarma  Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen 3EA diketahui bahwa anggota laki-laki sebanyak 8 orang atau 40%, sementara perempuan sebanyak 12 orang atau 60%.



 
4.2.1.2.Usia
Tabel 4.2
Usia Responden
Usia
Jumlah
Prosentase
>18 - <21 tahun
16
80
>21 - <30 tahun
4
20
Total
20
100
                Sumber: Lampiran
Berdasarkan tabel diketahui untuk kategori usia diketahui bahwa anggota yang berusia >18 - <21 tahun sebanyak 16 orang atau 80%, sedangkan >21 - < 30 tahun sebanyak 4 orang atau 20%.
4.3.4. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui besarnya
pengaruh variabel kesadaran merek,persepsi kualitas dan loyalitas merek
terhadap keputusan pembelian Blackberry. Perhitungan statistik
dalam analisis regresi linier berganda selengkapnya ada pada lampiran dan
selanjutnya dijelaskan pada Tabel 4.15 berikut ini.
Tabel 4.14
Hasil Analisis Regresi Linier Berganda  
Coefficientsa
2.138 .871 2.455 .016
.237 .055 .330 4.298 .000 .763 1.311
.183 .051 .277 3.608 .000 .765 1.307
.340 .070 .365 4.817 .000 .782 1.279
(Constant)
kesadaran merek
persepsi kualitas
 loyalitas merek

Model
1
B Std. Error
Unstandardized
Coefficients
Beta
Standardized
Coefficients
t Sig. Tolerance VIF
Collinearity Statistics
Dependent Variable: a. Keputusan Pembelian
Sumber : Data primer yang diolah
Model persamaan regresi yang dapat dituliskan dari hasil tersebut dalam
bentuk persamaan regresi standardized adalah sebagai berikut :
Y = 0,330 X1 + 0,277 X2 + 0,365 X3
Persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
Dari persamaan tersebut dapat terlihat bahwa keseluruhan variabel bebas
(kesadaran merek,persepsi kualitas dan loyalitas merek) berpengaruh positif terhadap keputusan
pembelian. Berdasarkan persamaan dapat diketahui bahwa variabel bebas yang paling berpengaruh adalah variabel iklan dengan koefisien 0,365, kemudian
diikuti oleh variabel kualitas produk dengan koefisien 0,330, sedangkan variabel
yang berpengaruh paling rendah yaitu variabel harga dengan nilai koefisien 0,277.

4.4. Pembahasan
Secara umum penelitian ini menunjukkan hasil analisis deskriptif
menunjukkan bahwa kondisi penilaian responden terhadap variabel-variabel
penelitian ini secara umum sudah baik. Hal ini dapat ditunjukkan dari banyaknya
tanggapan kesetujuan yang tinggi dari responden terhadap kondisi dari masingmasing
variabel penelitian. Dari hasil tersebut selanjutnya diperoleh bahwa tiga
variabel independen yaitu kesadaran merek,persepsi kualitas dan loyalitas merek memiliki pengaruh
yang signifikan terhadap keputusan pembelian handphone Blackberry di kalangan mahasiswa Universitas Gunadarma Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen 3EA.













BAB V
PENUTUP



5.1. Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel kesadaran merek,persepsi kualitas dan loyalitas merek terhadap keputusan pembelian handphone Blackberry di kalangan mahasiswa Universitas Gunadarma Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen 3EA,dan untuk mengetahui pengaruh terbesar dari
ketiga variabel independen tersebut. Dari rumusan masalah penelitian yang
diajukan, maka analisis data yang telah dilakukan dan pembahasan yang telah
dikemukakan pada bab sebelumnya, dapat ditarik beberapa kesimpulan dari
penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Hasil pengujian regresi berganda menunjukkan bahwa semua variabel
independen () berpengaruh positif terhadap
keputusan pembelian. Pengaruh positif terbesar terhadap keputusan pembelian
handphone Blackberry di kalangan mahasiswa Universitas Gunadarma Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen 3EA adalah pada variabel
loyalitas merek (X3) hal ini ditunjukkan dari nilai koefisien regresi sebesar 0,365,
kemudian diikuti oleh variabel kesadaran merek (X1) yang ditunjukkan dari
nilai koefisien regresi sebesar 0,330, dan yang terendah adalah variabel persepsi kualitas
(X2) yang ditunjukkan dari nilai koefisien regresi sebesar 0,277.
5.2. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, maka
diajukan saran-saran sebagai pelengkap terhadap hasil penelitian yang dapat
diberikan sebagai berikut :
 Perusahaan hasus mampu mempertahankan atau bahkan meningkatkan
kualitas produk. Misalnya dengan melakukan inovasi dalam memproduksi Blackberry dengan memiliki fitur-fitur menarik yang bisa mempermudah berkomunikasi

5.2.3 Kekurangan Penelitian
Penelitian ini juga masih memiliki keterbatasan – keterbatasan. Denga keterbatasan ini, diharapkan dapat dilakukan perbaikan untuk penelitian yang akan datang. Adapun keterbatasan dalam penelitian ini antara lain :
1.      Jumlah responden belum bisa menggambarkan kondisi riil yang sesungguhnya.
2.      Jumlah variable belum bias mewakili beberapa variable yang tidak diteliti.



Minggu, 23 Oktober 2011

JURNAL BAB 3

Bab 3
Metode Penelitian

3.1 Model Penelitian
Model penelitian yang digunakan adalah metode survei, untuk menemukan suatu pengaruh dari empat variabel penelitian yakni variabel terikat atau dependent keputusan pembelian , variabel bebas atau independent  kesadaran merek,persepsi kualitas,loyalitas merek
3.2  Data dan Variabel
Variabel  adalah  apapun yang dapat membedakan atau membawa variasi pada nilai. Variabel penelitian terdiri atas dua macam yaitu variabel dependen dan variabel independen. Variabel dependen adalah variabel yang menjadi pusat perhatian utama peneliti (Ferdinand, 2006).Dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependen adalah: keputusan pembelian (Y). Variabel independen yang dilambangkan dengan (X) adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen, baik yang pengaruhnya positif maupun yang pengaruhnya negatif (Ferdinanad, 2006). Variabel independen dalam penelitian ini adalah:
  1. Kesadaran merek (X1)
  2. Persepsi kualitas (X2)
3.      Loyalitas merek (X3)
3.3 Alat Analisis
3.3.1 Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengetahui seberapa tepat suatu alat ukur mampu melakukan fungsi. Alat ukur yang dapat digunakan dalam pengujian validitas suatu kuesioner adalah angka hasil korelasi antara skor pernyataan dan skor keseluruhan pernyataan responden terhadap informasi dalam kuesioner.
Jenis korelasi yang digunakan adalah korelasi pearson antara skor setiap pernyataan dan skor total item. Cara memperoleh angka korelasi dalam uji validitas dengan alat bantu software SPSS. Alternatif pertama pengujian validitas dengan SPSS 13.0 adalah menggunakan angka r hasil korelasi pearson yang dihasilkan melalui sub menu correlate pada piihan Bivariaten, sedangkan alternatif kedua adalah menggunakan nilai r hasil corrected item total Correlation melalui sub menu scale pada pilihan Reliable Analysis. 

3.3.2 Analisis Regresi Ganda
Analisis regresi ganda adalah alat untuk meramalkan nilai pengaruh dua variabel bebas atau lebih terhadap satu variabel terikat (untuk membuktikan ada tidaknya hubungan fungsional atau hubungan kausal antara dua atau lebih variabel bebas). Dalam penelitian ini kegunaan analisis regresi ganda  untuk mengetahui  ada tidaknya pengaruh kesadaran merek, persepsi kualitas, dan loyalitas merek terhadap  keputusan pembelian handphone BlackBerry. Model hubungan nilai pelanggan dengan variabel-variabel  tersebut dapat disusun dalam fungsi atau persamaan sebagai berikut: 
Y =  a + b1X1 + b2 X2 + b3 X3
  Dimana:
Y  =  Keputusan pembelian
a  =   Konstanta
b1 – b3  =  Koefisien regresi yang hendak ditaksir
X1  =  Kesadaran merek
X2  =  Persepsi kualitas
X3  =  Loyalitas merek
  =  error / variabel pengganggu
Dalam persamaan regresi ini, variabel dependennya dalah keputusan pembelian handphone BlackBerry. Sedangkan variabel independennya adalah  kesadaran merek,persepsi kualitas dan loyalitas merek. 
3.3  Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah teknik pengambilan sampel aksidental (accidenta sampling) yaitu penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok dengan sumber data. Dengan memakai populasi terjangkau dari pengguna blackberry di Universitas Gunadarma fakultas ekonomi kelas 3EA01 dan jumlah responden terjangkau yang ditetapkan sebanyak 10 responden.
Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen yang disusun berbentuk kuesioner yang diisi para responden. Sedangkan kisi-kisi kuesioner disusun berdasarkan indikator  yang berasal dari konstruk yang dijelaskan dalam penelitian. Pengukuran yang dipergunakan agar menjadi data yang bersifat kuantitatif adalah dengan menggunakan skala likert dengan perujuk pada empat alternatif jawaban yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju dengan bobot skor masing-masing 4,3,2,1.
3.4 Jenis dan sumber data
Jenis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer, yaitu data yang diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner pada partisipan yang dituju dengan memberikan penjelasan mengenai penelitian ini sebelumnya.

3.5  Populasi dan Sampel
Populasi
Populasi yang dimaksud didalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa dan mahasiswi Universitas Gunadarma yang berada di fakultas ekonomi  manajemen  kelas 3EA01 sebagai pengguna blackberry
Sampel
Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah pengambilan sampel secara acak sederhana dengan mengambil sampel mahasiswa dan mahasiswi kelas 3EA01 di fakultas ekonomi manajemen Universitas Gunadarma sebanyak 10 orang sebagai wakil-wakil representatif dari populasi tersebut.



Sabtu, 15 Oktober 2011

ANALISIS JURNAL BAB II


BAB II

LANDASAN TEORI


2.1 TEORI

Salah satu usaha untuk menarik konsumen handphone yaitu dengan memberikan kepuasan pemakainya melalui kualitas handphone tersebut yang dicerminkan pada fitur-fitur canggih dan berteknologi tinggi. Menurut David A.Aaker (1997), persepsi kualitas merupakan persepsi konsumen terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa layanan yang sama dengan maksud yang diharapkannya. Persepsi kualitas adalah salah satu kunci dimensi ekuitas merek, karena mempunyai atribut penting yang dapat diaplikasikan dalam berbagai hal. Kualitas produk juga mencerminkan kemampuan produk untuk menjalankan tugasnya yang mencakup daya tahan, kehandalan atau kemanjuran, kekuatan, kemudahan dalam pengemasan dan reparasi produk dan ciri-ciri lainnya. (Tjetjep Djatnika,2007) yang mendalilkan bahwa pengambilan keputusan pembelian adalah suatu proses psikologis yang dilalui oleh Konsumen atau pembeli, prosesnya yang diawali dengan tahap menaruh perhatian (Attention) terhadap barang atau jasa yang kemudian jika berkesan dia akan melangkah ke tahap ketertarikan (Interest) untuk mengetahui lebih jauh tentang keistimewaan produk atau jasa tersebut yang jika intensitas ketertarikannya kuat berlanjut ke tahap berhasrat/berminat (Desire) karena barang atau jasa yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan-nya. Jika hasrat dan minatnya begitu kuat baik karena dorongan dari dalam atau rangsangan persuasif dari luar maka konsumen atau pembeli tersebut akan mengambil keputusan membeli (Action to buy) barang atau jasa yang di tawarkan. Setiap keputusan membeli mempunyai suatu struktur sebanyak tujuh keputusan (Basu Swastha, 1996), meliputi:
a.  Keputusan tentang jenis produk
Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli suatu jenis produk atau menggunakan uangnya untuk tujuan tertentu.
b. Keputusan tentang bentuk produk
Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli bentuk produk tertentu.
c.  Keputusan tentang merek
Konsumen harus mengambil keputusan tentang merek aman yang akan dibelinya karena setiap merek memiliki daya tarik dan perbedaan-perbedaan tersendiri.
d. Keputusan tentang penjualnya
Konsumen harus mengambil keputusan dimana produk akan dibeli termasuk di dalamnya, yaitu tentang lokasi produk tersebut dijual. Apabila konsumen puas dengan kualitas sebuah handphone, maka perusahaan tersebut harus mempertahankan konsumennya supaya tidak berpindah pada produk perusahaan pesaing

2.2 HIPOTESIS
Dari penelitian yang telah di amati terdapat beberapa faktor mengapa para mahasiswa Universitas Gunadarma kelas 3EA01 lebih memilih produk handphone Blackberry dibanding handphone jenis lain
  1. Adanya fasilitas  BBM (Blackberry Messenger),Twitter,Facebook dan lain-lain
  2. Fitur-fitur canggih
  3. Bentuk yang dinamis dan elegan
  4. Menu-menu yang mudah untuk digunakan
Adapun hipotesis dari penelitian ini adalah :
 H1 : Ada pengaruh kualitas handphone Blackberry terhadap keputusan pembelian
Sedangkan Ho adalah tidak ada pengaruh kualitas handphone Blackberry dalam keputusan pembelian.
2.3 Pengembangan Hipotesis
Pengaruh faktor-faktor mengapa kebanyakan mahasiswa Universitas GUNADARMA kelas 3EA01 lebih memilih handphone Blackberry dibanding handphone-handphone jenis lain yaitu meningkatnya permintaan pasar terhadap smartphone jenis Blackberry yang diproduksi oleh perusahaan Kanada, Research In Motion (RIM),karena banyaknya permintaan para konsumen terkait kualitas yang diberikan oleh Blackberry,kini Blackberry hadir dengan tipe-tipe yang berbeda  Model Awal : 850, 857, 950, 957 Model Monokrom berbasis Java : seri 5000 dan seri 6000 Model Warna : seri 7200, seri 7500 dan seri 7700 Model dengan kemudahan mengetik : seri 7100 Model BlackBerry Modern : seri Huron (8800), termasuk BlackBerry Pearl (8100) dan BlackBerry Curve (8300) Model Terkini (2008- ..) : Seri Bold (9000), Pearl Flip (8220), Storm (9500), Javeline (8900), dan Gemini (8520) BlackBerry Bold 9700 dan BlackBerry storm II, lalu yang terbaru adalah BlackBerry 9900, BlackBerry 9930
Dengan harapan agar para konsumen dapat memilih tipe handpone sesuai dengan kebutuhan dan selera konsumen,demi menjaga loyalitas konsumen Blackberry.
2.4 Tinjauan Penelitian Terdahulu
DIMAS SURYA WIJAYA (2011) skripsi : “ANALISIS PENGARUH EKUITAS MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPHONE BLACKBERRY “.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis loyalitas pengaruh merk terhadap keputusan pembelian handphone Blackberry.


Selasa, 11 Oktober 2011

PERILAKU KONSUMEN

BAB I
PENDAHULUAN

Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
Perilaku Konsumen adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dayanya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan.

Faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen antara lain adalah :

1.    Menurut James F. Engel - Roger D. Blackwell - Paul W. Miniard dalam Saladin terdapat tiga faktor yang mempengaruhinya, yaitu :
·      Pengaruh lingkungan
terdiri dari budaya, kelas sosial, keluarga dan situasi. Sebagai dasar utama perilaku konsumen adalah memahami pengaruh lingkungan yang membentuk atau menghambat individu dalam mengambil keputusan berkonsumsi mereka. Konsumen hidup dalam lingkungan yang kompleks, dimana perilaku keputusan mereka dipengaruhi oleh keempat faktor tersebut diatas.
·      Perbedaan dan pengaruh individu
terdiri dari motivasi dan keterlibatan, pengetahuan, sikap, kepribadian, gaya hidup, dan demografi. Perbedaan individu merupkan faktor internal (interpersonal) yang menggerakkan serta mempengaruhi perilaku. Kelima faktor tersebut akan memperluas pengaruh perilaku konsumen dalam proses keputusannya.
·      Proses psikologis
terdiri dari pengolahan informasi, pembelajaran, perubahan sikap dan perilaku. Ketiga faktor tersebut menambah minat utama dari penelitian konsumen sebagai faktor yang turut mempengaruhi perilaku konsumen dalam penambilan keputusan pembelian.

2.    Menurut Kotler dan Armstrong (1996) terdapat dua faktor dasar yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu faktor eksternal dan faktor internal.  
·         Faktor eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan, marketing strategy, dan kelompok referensi. Kelompok referensi merupakan kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan prilaku konsumen. Kelompok referensi mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku. 
·         Faktor internal
Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor internal adalah motivasi, persepsi, sikap, gaya hidup, kepribadian dan belajar. Belajar menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu.


























BAB II
PEMBAHASAN (STUDI KASUS)

PERMINTAAN ELPIJI 3 Kg NAIK 25%
Alih Konsumsi Terjadi pada Masyarakat Kelas Menengah
Bandung, Kompas - Permintaan elpiji tabung 3kilogram melonjak hingga 25% setelah pemerintah resmi menaikan harga elpiji 12 kilogram sejak dua pekan lalu. Peralihan konsumsi elpiji ari masyarakat itu dikhawatirkan menyebakan kelangkaan elpiji 3 kilogram.
Dani Romdoni, Pengelola PT Subur Abadi, sub-agen elpiji 3 kg di jalan Emong, Kota Bandung, Senin (19/10), mengatakan, lonjakan permintaan elpiji tabung 3 kg terjadi selama sepekan terakhir terakhir tak lama setelah dinaikannya harga elpiji 12 kg. “Biasanya saya mendapat pasokan 700 tabung elpiji 3 kg, namun permintaan sudah mencapai 900 tabung, bahkan lebih. karena itu, saya berinisiatif untuk menambah jumlah pasokan elpiji dari stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji”, ujarnya.
Senin kemarin, Dani menambah stik elpiji 3 kg dua kali lipat dari kondisi normal menjadi 1400 tabung. Namun, jumlah itu belu bisa memenuhi permintaan masyarakat. Pemilik PT Permika Prima Arta di jalan Laswi, Kota Bandung, Erik Heriana Suherman , mengatakan hal serupa. “Selama ini kami menyuplaike berbagai pangkalan dan melayani pembelian ritel. Sejak kebijakan kenaikan harga elpiji 12 kg, permintaan elpiji 3 kg naik cukup signifikan,” katanya.
Dalam kondisi normal, pihaknya menjual 1200-1500 tabug elpiji 3 kg baik di tingkat agen maupun eceran. Akan tetapai, ia selalu mencadangkan 500 tabung. Kondisi saat ini memaksanya menjual pula elpiji cadangan. Kini PT Permika menjual 2000-2500 tabung per hari. Elpiji ukuran 3 kg seharga Rp. 13.000 per tabung pada tingkat ritel dan Rp. 11.800 per tabung untuk pangkalan. Meski demikian, sebagian pengecer mulai menaikan harga eceran elpiji 3 kg menjadi Rp. 14.000-Rp. 15.000 per tabung.
Sumber : KOMPAS, SELASA, 20 OKTOBER 2009








BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Jika dilihat dari perilaku konsumen yang telah dianalisa diatas, didapat kesimpulan bahwa konsumen mempunyai sifat menginginkan segala sesuatu yang cenderung instan dan serba cepat, baik dalam mengakses informasi, membeli dan menjual barang, atau bahkan mencari hiburan,dapat disimpulkan bahwa konsumen adalah seseorang yang memiliki pendapatan yang dipergunakan untuk membeli barang kebutuhan.


DAFTAR PUSTAKA
  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumen
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen

Minggu, 09 Oktober 2011

Waktu bawalah ia pulang
Aku belajar untuk tidak mendapatkannya sekarang
Ya mungkin karena aku begitu yakin
Dan aku mau menunggu
Menunggu sampai apa yang ku inginkan itu benar-benar menjadi yang terbaik untukku
Walau saat ini dia pergi
Karena ku yakin akan cinta
Ia akan kembali
Dan waktu yang akan membawanya kembali disini

  10/9/2011 11:13:26 AM