Rabu, 17 November 2010

RESENSI FILM : FLAGS OF OUR FATHERS (2006)


RESENSI FILM : FLAGS OF OUR FATHERS (2006)


PERBEDAAN MAKNA ANTARA PATRIOTIK & HEROIK

Judul Film : Flags of Our Fathers (2006)
Genre         : Drama/War.
Sutradara  : Clint Eastwood.
Skenario    : Paul Haggis, William Broyles Jr.
Produksi    : DreamWorks S.K.G.
Pemain : Ryan Philippe, Adam Beach, Jesse Bradford, Paul Walker, Jamie Bell, Barry Pepper.
Durasi        : 131 min.
Rilis di Indonesia : 7 Februari 2007.

Sinopsis :
Bagi Anda yang menyukai sejarah Perang Dunia ke-2 yang berlangsung di Pasifik, tentunya sudah mengetahui bagaimana dahsyatnya peristiwa pertempuran yang terjadi antara pasukan Sekutu Amerika Serikat dan tentara Nippon Jepang

Perang itu berlangsung di sebuah pulau karang Iwo Jima, yang berada di sebelah selatan Kepulauan Jepang pada Februari 1945. Salah satu cerita yang fenomenal adalah bagaimana dalam pertempuran merebut Pulau Iwo Jima, pasukan Amerika Serikat berhasil mengibarkan benderanya di atas bukit pulau tersebut.

Peristiwa pengibaran bendera tersebut berhasil diabadikan seorang fotografer perang dan mampu membuat efek moral yang sangat luar biasa pada rakyat Amerika Serikat. Dimana efek dari foto pengibaran bendera oleh prajurit marinir AS tersebut mengembalikan keyakinan rakyat Amerika untuk menang dalam perang.

Film yang didasarkan pada buku karya James Bradley & Ron Powers ini, digarap secara apik oleh sutradara sekaligus aktor kawakan Clint Eastwood, serta diproduseri oleh Steven Spielberg. Hebatnya, Clint Eastwood berhasil membuat dua film layar lebar mengenai kisah pertempuran Iwo Jima secara bersamaan.

Selain, Flags of Our Fathers, satu film lainnya berjudul Letters from Iwo Jima. Apabila Flags of Our Fathers bercerita tentang sudut pertempuran menurut pandangan Amerika serta peristiwa monumental pengibaran bendera Amerika di atas bukit Pulau Iwo Jima.

Sementara itu, film Letters From Iwo Jima berbicara bagaimana pertahanan yang dibangun serdadu Jepang dibawah tangan dingin Jenderal Kuribayashi dalam mempertahankan pulau tersebut, serta sisi kehidupan yang dialami para serdadu Jepang yang bertahan di pulau tersebut.

Kembali ke film Flags of Our Fathers, film ini dimulai lewat adegan para serdadu yang terlibat pertempuran Iwo Jima sudah mengalami masa tua. Lalu kisah kembali ke tahun Februari 1945 dimana para serdadu marinir Amerika dalam persiapan merebut pulau Iwo Jima. Kisahnya, lalu terfokus pada tiga sosok serdadu Amerika, Doc [Ryan Phillippe], Ira Hayes [Adam Beach], Rene Gagnon [Jesse Bradford].

Tiga serdadu itu merasakan pahitnya pertempuran Iwo Jima tersebut terkaget-kaget, ketika menerima sambutan yang luar biasa besarnya dari rakyat Amerika karena efek dari foto tersebut membuat mereka menjadi pahlawan besar bagi rakyat Amerika Serikat.

Namun, dibalik sambutan yang hangat dari rakyat Amerika, tersimpan sebuah kisah sebenarnya mengenai pengibaran bendera tersebut. Di satu sisi, dampak perang yang terjadi juga mempengaruhi Ira Hayes yang merupakan seorang prajurit marinir AS keturunan Indian.

Selain Ira, Doc dan Rene juga merasa bukan pahlawan perang seperti yang dipikirkan oleh pejabat serta rakyat AS. Sementara itu, pemerintah AS melihat foto pengibaran bendera tersebut menimbulkan sentimen yang luar biasa terhadap rakyat AS, yang berujung untuk mendongkrak sumbangan dana perang yang masih berlangsung.

Tanpa tendeng aling-aling, maka ketiga serdadu tersebut diperintahkan kembali pulang ke Iwo Jima untuk menjadi objek kampanye pemerintah AS guna meraih dana besar mendukung perang. Sementara itu, cerita besar yang tersimpan mengenai pengibaran bendera masih meliputi ketiga serdadu tersebut, terutama Ira Hayes yang menganggap dirinya bukanlah pahlawan Iwo Jima seperti yang dibayangkan rakyat AS.

Secara esensi, film ini berhasil menyampaikan sebuah pesan kepada penonton mengenai arti pahlawan yang sesungguhnya. Clint Eastwood sebagai sutradara berhasil memadukan sebuah cerita yang bersifat drama, tanpa harus kehilangan esensi dari perang yang berlangsung di Iwo Jima.

Riset yang dilakukan Clint Eastwood untuk membuat film ini cukup detail dan memakan waktu lama. Sehingga peristiwa besar yang terjadi puluhan tahun lalu, dapat kita ketahui sangat jelas sampai sekarang ini.

Bila, Anda penyuka film-film bertema perang, janganlah terlalu berharap Flags of Our Fathers akan sebombastis film Saving Private Ryan garapan sutradara Steven Spielberg yang berhasil menampilkan adegan pertempuran dahsyat, sekaligus menjadi produser pada film ini.

Walaupun, dalam film ini Clint Eastwood tetap menampilkan adegan bagaimana serdadu AS harus pusing menghadapi serangan secara sembunyi-sembunyi yang dilakukan Jepang di awal pendudukan Pulau Iwo Jima.

Secara keseluruhan, film yang berdurasi 131 menit ini berhasil menuntun penonton untuk mengerti makna dari kepahlawanan yang sesungguhnya.

Secara khusus, film ini nampaknya juga memberi penghargaan terhadap pengorbanan yang dilakukan oleh seluruh serdadu yang pernah bertempur di Iwo Jima. Apabila Anda menyukainya, maka kita akan tunggu kehadiran film berikutnya, Letters from Iwo Jima.


Tokoh koperasi


Tokoh koperasi
Kecintaan saya terhadap tanah air ini sehingga memilih beliau sebagai salah satu tokoh koperasi dunia dan beliau sebagai salah satu tokoh koperasi kita sekaligus bapak Proklamator RI,beliau adalah Bapak Mohammad Hatta
Bung Hatta menginginkan agar koperasi menjadi wadah ekonomi yang dapat menolong masyarakat dari kemelaratan dan keterbelakangan. Banyak jasa bung hatta dalam perkembangan koperasi di Indonesia. Hal ini jelas dari gagasan Bung Hatta agar kekuatan-kekuatan ekonomi ada ditangan rakyat. Agar kekuatan ekonomi dikuasai oleh rakyat banyak dan bukan dikuasai oleh perusahaan, koperasi adalah satu-satunya wadah. Untuk tujuan itu, Bung Hatta bersama dengan tokoh lainnya ikut aktif merintis Dewan Koperasi Indonesia (DKI), Gerakan Koperasi Indonesia (GKI), dan Kesatuan Koperasi Seluruh Indonesia (KOKSI).
Konsep pemikiran Bung Hatta banyak diterima pada kongres koperasi I di Tasikmalaya dan Kongres Koperasi II. Beliau juga member gagasan pendirian Sekolah Menengah Ekonomi Jurusan Koperasi dan bahkan pendidikan tinggi koperasi. Walaupun Bung Hatta telah meninggalkan kita pada tanggal 14 maret 1980, namun beliau tidak pernah dapat dilupakan sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
Nama:
Dr Mohammad Hatta
(Bung Hatta)
Lahir:
Bukittinggi, 12 Agustus 1902
Wafat:
Jakarta, 14 Maret 1980
Istri:
Rahmi Rachim (alm)
Anak:
Meutia Farida
Gemala
Halida Nuriah
Gelar Pahlawan:
Pahlawan Proklamator RI tahun 1986

Pendidikan:
Europese Largere School (ELS) di Bukittinggi, 1916
Meer Uirgebreid Lagere School (MULO) di Padang, 1919
Handel Middlebare School (Sekolah Menengah Dagang) di Jakarta, 1921
Nederland Handelshogeschool di Rotterdam, Belanda (dengan gelar Drs), 1932

Kegiatan:
Bendahara Jong Sumatranen Bond, di Padang, 1916-1919
Bendahara Jong Sumatranen Bond, di Jakarta, 1920-1921
Ketua Perhimpunan Indonesia di Belanda, 1925-1930
Wakil delegasi Indonesia dalam gerakan Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, di Berlin, 1927-1931
Ketua Panitia Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Baru), 1934-1935
Kepala Kantor Penasihat pada pemerintah Bala Tentara Jepang, April 1942
Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan, Mei 1945
Wakil Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, 7 Agustus 1945
Proklamator Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945
Wakil Presiden RI pertama, 18 Agustus 1945
Wapres merangkap Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan, Januari 1948-Desember 1949
Ketua Delegasi Indonesia pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag dan menerima penyerahan kedaulatan dari ratu Juliana, 1949
Wapres merangkap Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Kabinet RIS, Desember 1949-Agustus 1950
Mengundurkan diri dari jabatan Wapres, 1 Desember 1956
Dosen di Sesko AD, Bandung, 1951-1961
Dosen di UGM, Yogyakarta, 1954-1959
Penasihat Presiden dan Penasihat Komisi IV tentang masalah korupsi, 1969
Ketua Panitia Lima yang bertugas memberikan perumusan penafsiran mengenai Pancasila, 1975


Bagaimana perkembangan koperasi di Indonesia ?


Bagaimana perkembangan koperasi di Indonesia ?
Perkembangan koperasi di Negara kita menurut saya banyak mengalami pasang surut,mengapa ? apa artinya ?,perlu kita ketahui bersama koperasi di Indonesia berdiri sejak tahun 1896 ya kita ketahui bersama saat itu Indonesia masih berada dalam masa penjajahan atau pra kemerdekaan,tahun demi tahun koperasi berkembang pesat tetapi saat itu hambatan yang ditemui cukup banyak terutama para penjajah,tetapi anggotanya sudah cukup banyak jadi terbilang baik dan maju pada saat itu terlebih belum adanya organisasi bersifat ekonomi pada saat itu.
Beralih ke masa kemerdekaan kopersi di Indonesia mengembangkan  diri,terlihat  pada saat itu banyak anggotanya dan kabinet wilopo mencetuskan program koperasi ,ya memang adakalanya dibawah dari yang saya ketahui koperasi Indonesia pada masa orde lama sempat mengalami masa krisis,beruntug Negara kita dapat terlepas dari masa sulit itu,koperasi Indonesia pun bangkit kembali.
Seiring bertambahnya usia Negara kita dan usia koperasi Indonesia sampailah Indonesia pada masa Orde baru,dimana koperasi semakin bertambah maju,semakin banyal undang-undang tentang koperasi.
Sedangkan pada masa sekarang atau masa reformasi dimana masa yang saya rasakan juga,ya saya merasa koperasi Indonesia kurang dikembangkan,padahal jika pemerintah mau kopersai Indonesia saya yakin akan semakin maju,karena banyak para warga daerah menggantungkan hidupnya melalui koperasi apalagi meraka para petani yang banyak memerlukan bibit dan penjualan hasil pertanian mereka ke koperasi,koperasi juga menurut saya adalah salah satu wadah pendewasaan diri warga Indonesia.Majulah terus koperasi INDONESIA

Apa pendapatmu tentang koperasi ?


Apa pendapatmu tentang koperasi ?
Koperasi menurut pendapat saya adalah suatu wadah organisasi ekonomi rakyat,mempunyai badan hukum,dimana kumpulan orang-orang untuk bekerja sama demi kesejahteraan bersama,menurut   pendapat saya koperasi juga merupakan urat nadi perekonomian Indonesia.
Kegiatan usaha koperasi merupakan penjabaran dari UUD 1945 pasal 33 ayat (1). Dengan adanya penjelasan UUD 1945 Pasal 33 ayat (1) koperasi berkedudukan soko guru perekonomian nasional dan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional
Koperasi adalah perwujudan nilai-nilai pancasila menurut saya,mengapa ? karena koperasi  merupakan pejabaran dari niali-nilai yang terkandung dalam pancasila.
Menurut saya, Sebagai salah satu pelaku ekonomi, koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berusaha menggerakkan potensi sumber daya ekonomi demi memajukan kesejahteraan anggota. Karena sumber daya ekonomi tersebut terbatas, dan dalam mengembangkan koperasi harus mengutamakan kepentingan anggota, maka koperasi harus mampu bekerja seefisien mungkin dan mengikuti prinsipprinsip koperasi dan kaidah-kaidah ekonomi.
Perlu kita ingat bersama, selain diharapkan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggotanya, koperasi juga diharapkan dapat memenuhi fungsinya sebagai wadah kerja sama ekonomi yang mampu meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan masyarakat pada umumnya.
Menurut saya itulah penjabaran dari koperasi

Muda didamba - tua terlupakan


B
angsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya”,begitulah petikan seruan dari Bapak Proklamator kita Ir.Soekarno.Tetapi tampaknya kata-kata bung Karno sedah tidak berlaku di Negeri ini.Negeri yang sebenarnya punya sejuta Pahlawan,salah satu dari Pahlawan itu adalah Letkol (Purn) Ilyas Karim,siapa beliau ? apakah penting kita ketahui ? artiskah ? atau calon juru kunci Merapi ?.Pasti mendengar namanya yang masih asing untuk kita akan keluar pertanyaan-pertanyaan untuk menjawab keingin tahuan kita.Beliau adalah Pengibar Bendera Pertama Negeri ini,Tanah Air Indonesia,17 Agustus 1945,saat kedua Proklamator mengumandangkan Proklamasi di jalan Pegangsaan Timur.Banyak yang tidak tahu siapa beliau,karna pada saat itu beliau masih berusia sangat muda.Seiring berjalannya waktu setelah Bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaannya,setelah sekian lama dijajah bangsa Belanda dan bangsa Jepang,walau dengan bambu runcing tetapi semangat yang tangguh dan kebersamaan dapat mengalahkan semuanya. Setelah Republik Indonesia berdiri dan mempunyai tentara keamanan rakyat (TKR),maka banyak para pemuda Indonesia yang masuk menjadi anggota TKR,tak terkecuali bapak Ilyas Karim,lantas beliau dikirim ke divisi Siliwangi,nama Siliwangi pun beliau yang mencetuskannya pada saat itu,sedikit waktu kebelakang proses perekrutan tentara pada saat itu sangat lah mudah,mungkin pada saat itu belum banyak Tentara yang dimiliki.Menjadi seorang Prajurit berarti siap dikirim kemana pun penugasan.Ya Pak Ilyas pun sudah merasakan asam garam kepatriotan sebagai prajurit,beliau pernah dikirim ke Kongo dan Vietnam dalam satuan Garuda,yaituh menjalankan misi perdamaian,produktifitas pak Ilyas pun tertahan oleh faktor usia,beliau pun harus pensiun,1982 peristiwa itu pun datang…,hari itu pun tak akan dilupakan pak Ilyas dalam seumur hidupnya,rumah tinggal beliau dilapangan Banteng yang kini menjadi gedung Departemen Keuangan,kejamnya masa orde baru pada saat itu membuat pak Ilyas yang baru pulang dari rumah sakit harus menerima nasib bahwa rumah tinggalnya,perumahan para perajurit divisi Siliwangi saat itu telah rata dengan tanah.Semangat keprajuritannya tak membuatnya lemah dan jatuh dalam kesedihan saat itu,beliau berusaha bangkit kembali dari mimpi buruknya,inikah balas jasa penguasa pada saat itu terhadap jasa-jasa beliau kepada bangsa ini ?.Pinggiran rel kereta Kalibata dipilih beliau sebagai tempat tinggal selanjutnya,14 orang anak harus beliau dan sang istri berusaha dengan keras dapat membesarkan ke 14 anaknya dengan baik.Ya ALLAH miris memang seorang mantan pengibar bendera pertama,mantan pejuang kemerdekaan serta mantan prajurit dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel,harus mengahabiskan masa tuanya bersama debu yang dibawa kereta serta bisingnya mesi kereta setiap lewat.Hari-hari tua beliau beliau habiskan di sebuah yayasan yang mengurus para veteran siliwangi,dengan pensiunan hanya sebesar 1 jutaan harus beliau terima demi menyambung hari esok.Kemanakah hati nurani Pemimpin negeri ini ? kemana kah penghargaan kita terhadap para pahlawan negeri ini ?.Saat ini terdengar berita bahwa rumah yang saat ini beliau tempati di pinggiran rel KA Kalibata akan dibangun jalur hijau,dengan kata lain mimpi buruk baginya pada tahun 1982 akan kembali terulang…,tak ada tempat untuk para pejuang,tak ada lagi tempat untukmu mengadu wahai para pejuang bangsa…
dariku untukmu bunga bangsa  . . .

Minggu, 07 November 2010

BAHAYA ALKOHOL

BAHAYA ALKOHOL
Para pecandu alkohol terancam berbagai masalah kesehatan, salah satunya pada tulang. Penelitian jangka panjang menunjukkan orang yang hobi menenggak alkohol, terutama sejak usia remaja beresiko tinggi terkena pengeroposan tulang di usia tua.

Ketika Anda mengonsumsi alkohol berlebihan, sekitar 2-3 ons alkohol setiap hari, akibatnya lambung tidak mampu menyerap kalsium secara optimal. "Alkohol mengganggu kerja pankreas dan penyerapan kalsium serta vitamin D. Alkohol juga berpengaruh pada liver yang sangat penting untuk mengaktivasi vitamin D," kata Primal Kaur, dokter spesialis osteoporosis dari Temple University Health System, Philadelphia, Amerika Serikat.

Selain itu, alkohol juga mengganggu kerja hormon-hormon yang penting untuk kesehatan tulang. Berbagai penelitian menunjukkan alkohol mengurangi estrogen yang memicu gangguan haid. Bila jumlah estrogen berkurang, proses pembentukan tulang menjadi lambat sehingga tulang menjadi rapuh. Jika hal ini terjadi di usia menopause, proses pengeroposan tulang menjadi lebih cepat.

Kaur menambahkan, alkohol bisa mematikan osteoblas, sel-sel pembentuk tulang. "Kekurangan nutrisi yang dibutuhkan tubuh akibat kecanduan alkohol juga akan mengganggu saraf di tangan dan kaki. Pada orang yang mulai usia lanjut yang keseimbangan tubuhnya mulai terganggu, hal itu akan meningkatkan risiko terjatuh sehingga tulang mudah patah," paparnya.

Kabar baiknya, jika Anda mulai berhenti menenggak alkohol, proses perbaikan tulang bisa berjalan dengan cepat lagi. Penelitian menunjukkan tulang rapuh bisa diperbaiki begitu kecanduan alkoholnya disembuhkan.
SUMBER : KOMPAS.COM

HATI-OTAK


HATI - OTAK
hey kita ini manusia. manusia !
punya hati. punya otak.
punya hati untuk merasa.
punya otak untuk berpikir.
keduanya diciptakan untuk bersinergi.
yaa saya bukan orang super yang bisa menyatukan keduanya dalam sebuah perjalanan hidup saya sendiri.
tapi saya selalu dibilang tidak bisa menyinkronkan itu semua.
lalu bagaimana dengan anda?
saya memang terlalu menggunakan hati.
anda terlalu menggunakan otak.
lalu saya salah? lalu anda salah?
YAA !!
coba dipikirkan kita sama-sama salah.
lalu jangan merasa benar dengan ini semua.
pake hati juga.
pake otak juga.
kenapa juga saling menyalahkan kalo sebenernya kita sama-sama salah?
KENAPA??
anda maha benar? hah??

mari kita duduk dan membicarakan ini semua.
bukan hanya menggunakan otak yang jernih. tapi juga dengan hati yang tenang.
lalu kita pikirkan bagaimana mestinya ini semua.
bukan saling berasumsi denga pikiran yang tidak tentu arah .
hmmm
saya harap hati anda tidak membatu untuk belajar merasa.
dan saya harap otak saya juga tidak menjadi tumpul untuk belajar memahami.
yaa saya harap.

dan ini semua menjadi seperti dulu.